DAILY NEWSLETTER KPwBI CIREBON - JUM’AT, 26 SEPTEMBER 2026
NASIONAL
Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa bantuan pangan beras tahap kedua tahun 2026 dialokasikan untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat dengan total beras sekitar 997,2 ribu ton.
Program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.
Baca Selengkapnya: https://beritanasionalupdate.com/news/details/1803/pemerintah-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-lewat-produksi
KOTA CIREBON
Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menyalurkan bantuan benih ikan nila kepada kelompok pembudidaya ikan lokal, Gravilea Farm Situgangga, Karyamulya, Kesambi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya stimulan untuk mendorong semangat wirausaha sektor perikanan, khususnya di kalangan generasi muda.
Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Yudi Lukmana Hakim, S.Pt. menyampaikan, bantuan yang diserahkan tahap awal ini mencakup 1.000 ekor benih ikan nila berukuran 3 sentimeter. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu awal bagi para pembudidaya untuk terus berkembang.
Baca Selengkapnya: https://dialogindonesia.com/pemkot-cirebon-dukung-budidaya-ikan-nila-gravilea-farm-terima-1-000-benih/?utm_source=chatgpt.com
KABUPATEN CIREBON
Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan penyesuaian sejumlah program pertanian dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Dinas Pertanian menyebut penambahan kegiatan pada sektor penanaman tebu menjadi salah satu fokus dalam perubahan anggaran tersebut.
Penyesuaian program pertanian ini menjadi bagian dari pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Cirebon. Dinas Pertanian menyebutkan, tambahan kegiatan yang disiapkan dalam perubahan anggaran di antaranya berkaitan dengan program penanaman tebu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengatakan bahwa alokasi tambahan untuk sektor pertanian dalam perubahan anggaran relatif terbatas. Kondisi tersebut juga mempertimbangkan adanya dukungan program dari Kementerian Pertanian yang turut membantu pelaksanaan kegiatan di daerah.
Baca Selengkapnya: https://www.radarcirebon.tv/2026/09/24/penanaman-tebu-jadi-bagian-program-pertanian-2026-video/?utm_source=chatgpt.com
INDRAMAYU
Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional.
Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog secara langsung untuk mendengar satu per satu persoalan yang dihadapi petani, sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang selama ini menghambat produksi pertanian di wilayah Indramayu.
Dalam audiensi tersebut, para petani menyampaikan persoalan utama berupa keterbatasan air untuk lahan sawah tadah hujan, kurangnya infrastruktur irigasi, kebutuhan irigasi perpompaan (irpom), distribusi pupuk, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Baca Selengkapnya: https://lajurpertanian.com/2026/09/24/mentan-temui-1-000-petani-indramayu-selesaikan-masalah-petani-sebelum-demo/?amp
MAJALENGKA
Kesepakatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi titik temu antara kepentingan menjaga ketahanan pangan dan membuka ruang bagi investasi.
Dari sekitar 50.412 hektare Lahan Baku Sawah (LBS), batas LP2B Majalengka disepakati sekitar 80,86 persen atau 40.800 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan penyesuaian tersebut tidak berarti seluruh lahan pertanian dapat dialihfungsikan.
Baca Selengkapnya: https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/610047/lp2b-majalengka-disepakati-investasi-masuk-tanpa-mengorbankan-lahan-produktif
KUNINGAN
Kopi Arabika Jawa Ciremai menjadi salah satu produk Kabupaten Kuningan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui perlindungan Indikasi Geografis (IG).
Potensi tersebut disampaikan Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Dr. Fajar Sulaeman Taman, dalam kegiatan Diseminasi dan Training of Trainers (ToT) Permohonan Pendaftaran Merek dan Merek Kolektif di Ballroom Arya Kamuning, Gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (23/9/2026).
Fajar mengatakan, Kabupaten Kuningan memiliki berbagai produk dan potensi daerah yang berkaitan erat dengan karakteristik wilayah. Kondisi tersebut membuka peluang untuk mengembangkan kekayaan intelektual sebagai bagian dari peningkatan nilai ekonomi produk lokal.
Baca Selengkapnya: https://lpplkuningan.co.id/ekonomi/kopi-arabika-jawa-ciremai-berpeluang-dikembangkan-jadi-indikasi-geografis/